Pages

Thursday, November 29, 2012

Digitasi Sistem Informasi Geografis peta Daerah Istimewa Yogyakarta Menggunakan ArcView GIS 3.3

Berikut adalah langkah – langkah untuk membuat Digitasi Sistem Informasi Geografis  menggunakan ArcView GIS 3.3. 

1.       Pastikan komputer  kita sudah ter install software ArcView GIS 3.3
2.       Setelah itu, download file EXT32 yang lengkap dengan tambahan atribut – atribut baru. Setelah di download, copy file EXT32 tersebut ke Program Files > ESRI > AV_GIS30 > ARCVIEW > EXT32.
3.       Copy and Replace file EXT32 tersebut.

Saturday, September 29, 2012

Ruang Lingkup Sistem Informasi Geografis

Pada dasarnya pada SIG terdapat enam proses yaitu:

1. Input Data
          Proses input data digunakan untuk menginputkan data spasial dan data non-spasial. Data spasial biasanya berupa peta analog. Untuk SIG harus menggunakan peta digital sehingga peta analog tersebut harus dikonversi ke dalam bentuk peta digital dengan menggunakan alat digitizer. Selain proses digitasi dapat juga dilakukan proses overlay dengan melakukan proses scanning pada peta analog.

2. Manipulasi Data
          Tipe data yang diperlukan oleh suatu bagian SIG mungkin perlu dimanipulasi agar sesuai dengan sistem yang dipergunakan. Oleh karena itu SIG mampu melakukan fungsi edit baik untuk data spasial maupun non-spasial.

Sistem Informasi Geografis

          Sistem Informasi Geografis (Geographic Information System disingkat GIS) adalah sistem informasi khusus yang mengelola data yang memiliki informasi spasial (bereferensi keruangan). Atau dalam arti yang lebih sempit, adalah sistem komputer yang memiliki kemampuan untuk membangun, menyimpan, mengelola dan menampilkan informasi berefrensi geografis, misalnya data yang diidentifikasi menurut lokasinya, dalam sebuah database. Para praktisi juga memasukkan orang yang membangun dan mengoperasikannya dan data sebagai bagian dari sistem ini.
          Teknologi Sistem Informasi Geografis dapat digunakan untuk investigasi ilmiah, pengolahan sumber daya, perencanaan pembangunan, kartografi dan perencanaan rute. Misalnya, SIG bisa membantu perencana untuk secara cepat menghitung waktu tanggap darurat saat terjadi bencana alam, atau SIG dapat digunaan untuk mencari lahan basah (wetlands) yang membutuhkan perlindungan dari polusi.